Sistem Regulasi/Koordinasi [KLS XI-BIOLOGI]

10 Apr

REGULASI

SISTEM REGULASI (KOORDINASI)
Definisi?
Semua kegiatan dan kerja alat-alat dalam tubuh kita diatur dalam
sistem regulasi/koordinasi
Regulasi merupakan cara semua organ dan
sistem tubuh bekerja sama secara efisian.

Sistem ini terbagi atas tiga bagian
saraf,
hormon dan
alat indera.

Pengaturan sistem saraf diatur oleh urat saraf
pengaturan sistem hormon melalui darah.

1. Sel Saraf
menerima, meneruskan, mengolah dan menanggapi rangsang/impuls

Jaringan saraf tersusun atas sel-sel yang mempunyai bentuk khusus dinamakan
neuron dan neuroglia.
Kedua sel tersebut ibarat pasangan tak terpisahkan yang menyusun jaringan saraf. Jika ada sel neuron, pasti sel neuroglia akan
menyertai.

neuroglia berfungsi memberikan nutrisi dan bahan-bahan lain yang digunakan untuk kehidupan neuron. Dengan kata lain,
menjamin kehidupan neuron agar tetap dapat melaksanakan kegiatan.

Neuron adalah
unit struktural dan fungsional dari sistem saraf.
memiliki kemampuan sebagai konduktivitas (penghantar) dan eksistabilitas (dapat dirangsang), serta memiliki kemampuan merespon rangsangan dengan sangat baik.

Neuron terdiri dari tiga bagian yang berbeda satu dengan yang lain,
a. Badan Sel (Perikarion),
bagian yang paling besar dari sel saraf.
berfungsi menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson.

Pada badan sel saraf terdapat:
inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel.

Badan nisel adalah:
kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein.
Protein ini digunakan mengganti protein yang habis. Selama metabolisme berfungsi pertumbuhan neuron.

b. Dendrit,
serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel.
Umumnya setiap neuron memiliki beberapa dendrit. berfungsi menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.

c. Akson (Neurit),
Bagian ini tonjolan sitoplasma yang panjang
berfungsi meneruskan impuls saraf yang berupa informasi berita dari badan sel.

Akson memiliki bagian-bagian yang spesifik, yaitu sebagai berikut:
1). Neurofibril
• bagian terdalam dari akson yang berupa serabut-serabut halus.
• memiliki tugas pokok untuk meneruskan implus.

2). Selubung Mielin,
• tersusun oleh sel-sel pipih yang disebut sel Schwann.
• Selubung mielin merupakan bagian paling luar dari akson berfungsi untuk melindungi akson dan memberikan nutrisi dan bahan-bahan yang diperlukan untuk mempertahankan kegiatan dari akson.

3). Nodus ranvier,
• bagian akson yang menyempit
• tidak dilapisi selubung myelin,
• berfungsi mempercepat jalannya rangsang.
• tersusun dari sel-sel pipih.
• terlihat bagian akson tampak berbuku-buku.

Bagaimana hubungan antara sel saraf satu dengan yang lain?

Sel-sel saraf tersebut membentuk jaringan saraf dan saling berhubungan.
Ujung dendrit berhubungan langsung dengan penerima rangsang (reseptor). Selain itu,
ujung dendrit ada pula yang berhubungan dengan ujung akson dari neuron lain.
Ujung akson pada sel-sel lain ada juga yang berhubungan dengan efektor, yaitu struktur yang memberikan jawaban terhadap impuls yang diterima reseptor, misalnya otot dan kelenjar.

Pertemuan antara akson dengan dendrit atau efektor disebut sinapsis.

Berdasarkan hal ini Anda
dapat membayangkan bahwa jaringan saraf ibarat jaringan komunikasi seperti sudah dijelaskan di depan. Antara sel saraf satu dengan yang lain terjalin hubungan sangat erat dalam meneruskan impuls.

Ada tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu:
a. Sel saraf sensorik.
Sel saraf sensorik berhubungan erat dengan alat indra, sehingga disebut juga saraf indra.
Sel saraf ini berfungsi menerima rangsangan dari reseptor (alat indera) Badan sel dari neuron sensorik ini bergerombol membentuk ganglia/ganglion. Bagian dendrit berhubungan langsung dengan reseptor dan bagian aksonnya berhubungan dengan sel saraf yang lain. Akson akan berakhir di interneuron.
b. Sel saraf motorik.
berfungsi mengantarkan rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar. Struktur neuron motorik ini, pada bagian ujung dendritnya dihubungkan dengan ujung akson yang berhubungan langsung dengan bagian Efektor.
c. Sel saraf penghubung (Interneuron).
yang berfungsi menghubungkan sel saraf satu dengan sel saraf lainnya.
Banyak ditemukan di otak dan sumsum tulang belakang. Sel saraf yang dihubungkan adalah sel saraf sensorik dan sel saraf motorik. Struktur interneuron ini, yaitu bagian ujung dendritnya dihubungkan langsung dengan ujung akson dari sel saraf yang lain.
interneuron ini dengan sebutan Neuron Asosiasi.

REFERENSI:
http://jubulsangad.wordpress.com/2011/06/09/sistem-koordinasi-regulasi/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: