aku bersumpah,”aku tidak akan memakan daging gajah”..

11 Mar

abu abdilah alqolansani
kisah Abu Abdillah Al Qolanisi dan Seekor induk Gajah***
Suatu hari Abu Abdillah Al Qolanisi melakukan perjalanan jauh/safar menggunakan sebuah perahu. Mendadak perahu yang ditumpangnya dihantam badai yang sangat dahsyat. Perahunya oleng hingga para penumpang panik. Bisa dibayangkan bila keadaan demikian. Para peunumpang sadar bahwa mereka terancam marabahaya besar. Mereka spontan berdoa kepada Alloh subhanahu wa taala agar menghindarkan bahaya besar tersebut termasuk Abu Abdillah Al Qolanisi.
Para penumpang berkata kepada Abu Abdillah Al Qolanisi,” wahai Abu Abdillah Al Qolanisi…. Kami telah berdoa dan bernadzar/berjanji agar Alloh Azza Wa Jalla menyelamatkan kami”… maka hendaklah kamu berbuat seperti apa yang kami perbuat. Abu Abdillah Al Qolanisi menjawab,”sungguh aku benar-benar tidak sudi mengatakan demikian, jujur saja aku termasuk orang yang tidak peduli kepada dunia dan seisinya… karenanya aku tidak akan pernah bernadzar”…
Para penumpang terus mendesak Abu Abdillah Al Qolanisi agar berbuat demikian sehingga terucaplah dari lisan Abu Abdillah Al Qolanisi,” demi Alloh subhanahu wa taala sekiranya Dia menyelamatkanku dari musibah ini, maka aku tidak pernah akan memakan daging gajah”.
Merekapun bertanya kepada Abu Abdillah Al Qolanisi,”apakah boleh bernadzar demikian?”.. jawab Abu Abdillah Al Qolanisi,”itu pilihanku semoga Alloh azza wa jalla memberikan pahala atas nadzarku..!!!”…
Sungguh Alloh subhanahu wa taala mendengar doa mereka dan mengabulkannya. Akhirnya perahu itu pecah hingga mereka terdampar di pantai. Sayangnya mereka dilanda kelaparan sangat.
Tak lama kemudian saat Abu Abdillah Al Qolanisi memikirkan bagaimana selamat dari kelaparan, tiba-tiba… ada seekor anak gajah berjalan melewati mereka dan ditangkaplah anak gajah tersebut dan disembelihnya. Para penumpang yang terdampar menawarkan kepada Abu Abdillah Al Qolanisi untuk mencicipi daging gajah yang disembelihnya. Maka spontan Abu Abdillah Al Qolanisi, “aku telah bernadzar untuk tidak makan daging gajah”… meskipun para penyembelih beralasan ini dalam keadaan terpaksa.
Perut mereka telah kenyang. Subhanalloh…. Datanglah seekor induk gajah meraum-raum mencari anaknya. Si induk gajah menemukan sisa tulang anaknya. Si induk gajah memiliki naluri yang tajam tentang keberadaan anaknya. Si induk gajah mengendus-endus para penumpang yang tertidur nyenyak yang memakan anaknya. Induk gajah mengamuk sejadi-jadinya dengan menginjak-injak tubuh para pemakan anaknya kecuali Abu Abdillah Al Qolanisi.
Tiba saatnya, gajah mendekati Abu Abdillah Al Qolanisi saat tertidur pulas dengan belalainya. Dan sigajah tidak mendapati bau anaknya di tubuh Abu Abdillah Al Qolanisi. Gajah tersebut mendadak membangunkan Abu Abdillah Al Qolanisi dan mengisyaratkan Abu Abdillah Al Qolanisi agar naik di atas punggungnya. Tanpa berpikir panjang Abu Abdillah Al Qolanisi langsung menaiki punggung sigajah. Si induk gajah langsung berlari kencang menuju ke pedesaan dan mendapatkan pertolongan dari masyarakat setempat.
Allloh azza wa jalla telah menolongnya dengan seekor gajah. Nadzar Abu Abdillah Al Qolanisi telah memberikan syafaat kepada pemiliknya. Wallohu alam

sumber:
***disadur kembali dari majalah wildan edisi 05 tahun IX
http://www.wwf.or.id/?5484/Mengenal-Gajah-Sumatra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: