engkau mau kemana, wahai bunda?

6 Aug

Tidak terasa kisah dari seorang pemuda (mungkin sudah tidak muda lagi) karena umurnya menjelang 40 tahun mengalir dari telingaku. Malam rembulan ke 16 Romadhon 1433 Hijriah itu seakan-akan setia menikmati perjalanan dia dengan ibunya meski bulan purnama itu sudah berkurang ukurannya.
Lirihan pemuda itu berucap “bersabarlah wahai ibu, tinggallah bersamaku, berbetahlah di rumahku, biarlah sisa umurmu buat aku, aku kan setia memenuhi permintaanmu, ” dan aku menginginkan doa-doamu selalu ada di malam-malam itu….
“Ya Tuhan Kami! Anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan anak-anak yang menggembirakan hati kami dan jadikanlah kami perintis dari orang-orang yang bertakwa”.(Surat Al-Furqan:74).
“Wahai Tuhanku! Aku mohon karunia-Mu, berilah aku seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha mendengar do’a.” (Surat Ali-Imran:38).
“Ya tuhanku, tunjukkanlah kepadaku bagaimana mensyukuri nikmat-Mu yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada ibu-bapakku. Jadikanlah amal perbuatanku sesuai dengan keridhaanMu dan berikanlah kebaikan kepadaku berkelanjutan sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu, dan aku adalah orang yang berserah diri”(Surat Al-Ahqaaf:15).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: