Kampung Kami bernama Kampung Akhirat

31 Jul

Sambil memandang lembaran kalender puasa 1433H yang terpampang di pintu kamar berwarna coklat ditemani kalender tahunan dari rodja 756 am, mengingatkan kegiatan rutin pulang kampung… Ya, kampung saya berjarak 350 km dari jakarta menuju telur asin dan bawang merah.
Teringat pula ada satu kampung, yang pada akhirnya setiap manusia berjalan ke tempat itu.
Mengapa kampung itu begitu panjang perjalanannya?
Mengapa kebanyakan manusia lupa akan kampung asalnya?
Mengapa kampung abadi itu dilupakan?
Padahal kampung itu sudah ditetapkan dari Alloh Jalla Jalaluh 15 abad yg lalu?
Mengapa?
Sementara Ayat-ayat itu telah menjelaskan:
وَزُخْرُفًا ۚ وَإِنْ كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَالْآخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ
Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat/Kampung Akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.(Surat Az-Zukhruf :35).
بَلْ تُؤْثِرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا ﴿١٦﴾ وَٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰٓ ﴿١٧
Namun sayang! Kamu mengutamakan kehidupan dunia/Kampung Dunia.
Padahal kehidupan akhirat/Kampung Akhirat lebih baik dan lebih abadi (Surat Al-A’laa:16:17)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s