wahai ayah dan bunda, masa depan akhirat anakmu berada di tanganmu?

29 Jul

Beberapa pohon duku itu masih berada di seberang rumah saya dan burung-burung kecil masih bersuara cempreng menandakan pagi segera usai. Begitu pula matahari dan dhuha segera hadir di sela-sela ranting pepohonan besar dari rumah anumerta sang jendral. Sambil menunggu berjualan bubur sehat plus buatan NABAWI adukan bubur mengingatkan tentang pepatah “NASI sudah menjadi BUBUR”. Sebagaimana syair Arab.(lupa saya menulisnya).
2012, entah berapa tahun saya melihat fenomenal aksi musiman “aksi pacaran di sekitar masjid ketika tarawih” begitu pula “aksi lempar batu dan sabetan kepalan sarung serta bunyi petasan” dari anak-anak ABG setiap subuh di bulan romadhon. Belum ada penelitian “mengapa aksi ini terulang di bulan mulia?”.
Wahai orang tua,
1. Anakmu ibarat adonan?
2. Bila sudah menjadi bubur, dapatkah kembali menjadi nasi?
Kebiasan buruk dapatkah diubah seperti membalik tangan?
Pendidikan agama di nomor duakan atau?
3. Sekolah favorit untuk menuju “sukses dan mapan” tidak pernah ada di sekolah berlabel Islam?
4. Atau di sekolah Islam hanya sebagai symbol saja? Tanpa memperdulikan makan dan minum anaknya dengan tangan kiri padahal anaknya tercatat sebagai siswa di sekolah Islam?
5. Meremehkan hal-hal yang dianggap sederhana (menurut orang tua atau orang dewasa_) pasti meremehkan yang istimewa.
6. Kesuksesan hanya diceritakan dengan memiliki jabatan tinggi dan gaji besar serta berkawan “tajir”? Meski Islam menganjurkan umatnya menjadi orang kaya.
bukankah Alloh Azza wa Jalla telah berfirman dalam surat At-Tahriim:6
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

7. Memelihara dan menjaga anak sang buah hati, suami tercinta, istri terkasih bahkan saudara kandung dari kelauarga dari Api Neraka mengharuskan seseorang melakukan pendidikan dan pengajaran dengan menanamkan Aqidah yang benar, membiasakan melakukan ketaatan dan lain-lain.

Sumber:
1. musthofa aladawi_anakku,sudah tepatkah pendidikannya?_pustaka ibnu katsir
2. muhammad bin ibrohim al-hamd_kiat istimewa agar nasihat diterima_pustaka ibnu katsir
3. muhammad bin ibrohim al-hamd_kiat sukses bergaul_darussunah
4. asadullah al-faruq ibu galak kasihan anak_penerbit kiswah

One Response to “wahai ayah dan bunda, masa depan akhirat anakmu berada di tanganmu?”

  1. zulfickarekal July 31, 2012 at 9:25 am #

    yassalam zeinnn wordpressnya ya akhi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: